Minggu, 09 September 2012

(Pelabuhan Sunda Kelapa) Inspirasi Perdagangan Lintas Negara Masa Depan



Sejak zaman dahulu, Indonesia telah menjadi lalu lintas perdagangan dunia. Ketika masih berbentuk kerajaan-kerajaan, Indonesia selalu menjadi tempat singgah para pedagang (saudagar) asing, sebelum melanjutkan perjalanan ke negara atau kota dagang lainnya. Tak sedikit pada saudagar itu yang akhirnya berlabuh, tinggal dan menetap di Indonesia, karena melihat negeri yang subur dan berlimpah sumber daya alamnya.

Sunda Kelapa atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Ikan merupakan sebuah pelabuhan tua yang terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelabuhan bersejarah  ini merupakan cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada abad ke 16 atau tetapnya pada tanggal 12 Juli 1527. Pelabuhan yang sudah dikenal sejak abad ke 12 ini dahulu merupakan pelabuhan penting kerajaan Sunda yang beribukotakan Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor). Namun jauh sebelum kerajaan Sunda berdiri, kerajaan Tarumanegara sudah terlebih dahulu berdiri.

Kerajaan ini kemudian diserang oleh kerajaan kuat Sriwijaya dari Sumatera, oleh karena itu penduduk di sekitar pelabuhan ini menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa ibu mereka yang merupakan asal bahasa nasional Indonesia.
Karena posisi pelabuhan Sunda Kelapa yang stategis sebagai pusat perdagangan di Asia. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah merapat di pelabuhan ini membawa barang komoditi seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. Maka banyak kerajaan nusantara dan bangsa Eropa berusaha untuk menguasai pelabuhan ini, namun akhirnya Belanda lah yang  berhasil berkuasa. Sebenarnya pelabuhan ini sudah beberapa kali berganti nama, namun pada 1970-an, nama kuno "Sunda Kelapa" kembali digunakan sebagai nama resmi pelabuhan bersejarah ini.

Sampai sekarang, posisi Indonesia masih sangat penting dalam perdagangan internasional, khususnya di Sumatera. Saat ini pemerintah sedang mempersiap rencana strategis pembangunan pelabuhan pusat internasional. Satu keuntungan yang pasti bisa diraih adalah menggeliatnya perekonomian di sekitar pelabuhan. Selain itu, jalur distribusi ekspor-impor bisa berjalan lancar dan secara tidak langsung akan menyumbang devisa untuk negara. Belum lagi biaya untuk kapal-kapal yang singgah di pelabuhan.

Kita banyak memproduksi bahan pangan. Namun karena pengangkutannya menggunakan kapal asing, harganya ikut melonjak. Bandingkan, kalau pengakutannya menggunakan kapal Indonesia, tentu biayanya akan jauh lebih murah. Dengan dibukanya pelabuhan tersebut, akan menyerap banyak tenaga kerja. Perekonomian akan berdenyut, karena distribusi barang dan jasa lebih mudah.

Ketersediaan pelabuhan pusat internasional juga membantu dalam mempromosikan keindahan pariwisata Indonesia. Jika promosi berjalan lancar, otomatis akan mendorong pertumbuhan usaha-usaha pariwisata, serta meningkatkan pasar penjualan produk-produk kerajinan lokal. Kemudahan dalam distribusi barang dan jasa juga merangsang masuknya para investor asing.

Semoga saja pembangunan pelabuhan pusat internasional ini nantinya dapat mengulang kembali masa-masa kejayaan pelabuhan Sunda Kelapa di masa lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar