Kamis, 13 September 2012

Politik Luar Negri dan Budaya Indonesia





(Batik Trusmi) Ekonomi Makro

kegiatan untuk mempelajari sebab dan akibat dari fluktuasi penerimaan negara jangka pendek (siklus bisnis), dan kegiatan untuk mempelajari faktor penentu dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang (peningkatan pendapatan nasional).

Apa yang menyebabkan transaksi dapat meningkat?:
1 Regulasi:
a.importir berharap ada perlakuan bea cukai khusus (masyarakat ASEAN, utk mendorong transaksi)
b.eksportir juga berharap sama
c.regulasi pajak, pelaku industri berharap pajak diminimize
2.faktor keamanan (jika banyak begal dan perampokan, maka ekonomi antar pulau terpengaruh)
3.infrastuktur yang kondusif (jalan, jembatan, moda transportasi)
4. penentuan suku bunga BI (yg penting stabil, sektor riil akan menyesuaikan)
*selain PAJAK pemerintah dpt kreatif mendapat pendapatan dari BUMN2 (spt Pertamina, KAI, PTPN)

1. Pengeluaran dan Pendapatan

Keluaran nasional ialah total nilai seluruh produksi negara pada masa yang sudah ditentukan. Semua yang diproduksi dan dijual menghasilkan pendapatan. Maka dari itu, keluaran dan pendapatan biasanya dianggap setara dan dua istilah tersebut sering digunakan berganti-gantian. Keluaran bisa diukur sebagai jumlah pendapatan, atau, bisa dilihat dari sisi produksi dan diukur sebagai jumlah nilai barang jadi dan jasa atau bisa juga dari penjumlahan seluruh nilai tambah di dalam negeri.[2]
Keluaran ekonomi makro biasanya diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB)/ Gross Domestic Product (GDP) atau salah satu akun nasional. Ekonom yang tertarik dengan kenaikan keluaran jangka panjang akan mempelajari pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi, akumulasi mesin dan modal lainnya, serta pendidikan yang lebih baik dan modal manusia semuanya akan berujung pada keluaran ekonomi lebih besar di selama berjalannya waktu. Tetapi, keluaran tidak selalu naik secara konsisten. Siklus bisnis bisa menyebabkan penurunan keluaran jangka pendek yang disebut resesi. Ekonom mencari kebijakan ekonomi makro yang bisa mencegah ekonomi anjlok ke jurang resesi dan akhirnya bisa memacu pertumbuhan jangka panjang dengan lebih cepat.

2.Pengangguran

Jumlah pengangguran di sebuah ekonomi diukur dengan angka pengangguran, yaitu persentase pekerja-pekerja tanpa pekerjaan yang ada di dalam angkatan kerja. Angkatan kerja hanya memasukan pekerja yang aktif mencari kerja. Orang-orang pensiunan, mengejar pendidikan atau yang tidak mendapat dukungan mencari kerja karena ketiadaan prospek kerja, tidaklah termasuk di dalam angkatan kerja.
Pengangguran sendiri bisa dibagi menjadi beberapa tipe yang semuanya berkaitan dengan sebab-sebab yang berbeda pula. Pengangguran klasikal terjadi ketika gaji karyawan terlalu tinggi sehingga pengusaha tidak berani memperkerjakan karyawan lebih dari yang sudah ada. Gaji bisa menjadi terlalu tinggi karena peraturan upah minimum atau adanya aktivitas serikat pekerja. Sama halnya dengan pengangguran klasikal, pengangguran friksional terjadi apabila ada lowongan pekerjaan untuk pekerja tetapi waktu untuk mencarinya menyebabkan adanya periode dimana si pekerja tersebut menjadi pengangguran.[3]
Pengangguran struktural meliputi beberapa jenis penyebab pengangguran termasuk ketidakcocokan antara kemampuan pekerja dan kemampuan yang dicari oleh pekerjaan yang ada.[4] Pengangguran besar-besaran bisa terjadi ketika sebuah ekonomi mengalami masa transisi industri dan kemampuan para pekerja menjadi tak terpakai. Pengangguran struktural itu juga cukup mirip dengan pengangguran friksional karena dua-duanya berkutat pada permasalahan ketidakcocokan kemampuan pekerja dengan lowongan pekerjaan, tetapi pengangguran struktural berbeda karena meliputi juga kebutuhan untuk menambah kemampuan diri, tidak hanya proses pencarian jangka pendek. [5]
Walaupun ada beberapa jenis pengangguran yang selalu ada saja mau bagaimanapun kedaaan ekonomi pada saat itu, pengangguran siklikan terjadi ketika pertumbuhan ekonomi menjadi stagnan. Hukum Okun menunjukan hubungan empiris antara pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.[6] Versi asli dari Hukum Okun menyatakan bahwa 3% kenaikan keluaran ekonomi akan mengakibatkan 1% penurunan angka pengangguran.[7]

3. Inflasi dan Deflasi


Bagaimana terjadinya inflasi?
    Supply padi naik, demand sama atau menurun =  over supply, diturunkanlah harga
    Supply padi turun (gagal panen, ditimbun), demand sama atau naik = over demand, harga dinaikan
                                                                                            kenaikan harga = inflasi naik
*utk barang pokok diatur oleh Bulog
 

Monetary
    suku bunga naik, orang prefer menabung = uang beredar turun, daya beli rendah, harga turun
    suku bunga turun, mending invest di sektor riil = uang beredar naik, daya beli naik, harga naik.

Valas

    rupiah membeli $= $ beredar di indo naik (supply) demand berkurang -> $ turun = rugi
    importir beli iphone $ 200 ( 2000000), skrng  harga jual ke konsumen $ 200 (1000000) = rugi

    company akan keep the dollar sampai harga naik. Orang importir butuh $

    eksportir beli bahan baku pake rupiah RP.1juta, dijual ke luar biasa $ 200 skrng jadi

Ini semua terjadi karena setiap orang menginginkan keuntungan yang eebanyak-banyaknya

Hankam dan Diplomasi ASEAN



Semarang, Solo dan Kuningan



Senin, 10 September 2012

A Petroleum EC and UNDP

(Benteng Belanda) Hukum dan Alat Pertahanan Keamanan


Lembaga: Legislatif (pembuat hukum), Executive (pelaksana), Yudikatif (hakim)
TNI: Tentara Nasional Indonesia menjaga keamanan Indonesia dari dalam ke luar
Polisi: menjaga ketertiban di dalam

 Pengusaha approach calon legislatif long before the election, the support the campaign, in order to get something in return (project, law pro protection

Intelijen

Membangun sistem persenjataan

Isu-isu WTO and United Nation

I

Berbagai Macam Bentuk Negara dan Interaksinya





1.Kerajaan (United Kingdom)


2. Serikat


3.Republik

krn motif ekonomi: menjajah atau bekerjasama menanggulangi konflik yang muncul

Perang terjadi karena motif ego dan power